- A. Judul
PENGGUNAAN KARTU BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PROGRAM PENGOLAH KATA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs. MATHLABUSSA’ADAH TAHUN AJARAN 2012/2013
- B. Bidang Kajian
Penelitian tindakan kelas ini difokuskan pada mata pelajaran TIK dengan bidang kajian program pengolah kata.
- C. Pendahuluan
Di jenjang MTs, mata pelajaran TIK merupakan mata pelajaran yang membekali keterampilan teknologi guna melakukan kegiatan dan pekerjaan yang praktis dalam kehidupan sehari hari. Yang menjadi masalah dari para pendidik ialah bagaimana cara menyampaikan ilmu pengetahuan tersebut kepada para peserta didik sehingga peserta didik dapat mengerti dan memahami ilmu pengetahuan yang diajarkan sehingga peserta didik mampu untuk menerapkan dalam kehidupan sehari hari dan dapat menjelaskan secara teoritis.
Di MTs. Mathlabussa’adah Cigalontang, terdapat beberapa kendala sosial, psikologis dan teknis yang dialami oleh para peserta didik, di antaranya adalah:
- Lingkungan masyarakat agraris yang mempunyai ekonomi lemah dan memiliki kulture pendidikan yang lemah
- Komputer yang terbatas membuat peserta didik lebih senang melihat daripada bekerja dengan komputer
- Peserta didik kebingungan menentukan letak toolbar dan submenu program pengolah kata untuk mengaplikasikan dalam pekerjaan praktis.
Dengan latar belakang masalah di atas penulis berkeyakinan bahwa harus mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan menggunakan kartu kata bergambar yang difokuskan untuk mempermudah pembelajaran. Tujuan utamanya difokuskan untuk meningkatkan daya tarik dan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran. (blog.tp.ac.id, 23-11-2012)
- D. Rumusan dan Pemecahan Masalah
Dengan merujuk pada papasan di atas maka dapat diungkapkan mengenai rumusan masalah:
Apakah penggunaan kartu bergambar dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang program pengolah kata?
Penggunaan kartu bergambar dipilih sebagai pemecahan masalah karena beberapa hal:
- Lebih komperehensif dalam mengupas masalah peserta didik
- Memperhatikan aspek psikologi, sosial dan akademis peserta didik
- Guru sebagai fasilitator dan tidak harus struktural dalam mnyelesaikan masalah akademis
- E. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pengenalan ikon menu dan submenu dalam program pengolah kata.
- F. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa manfaat yaitu :
- Manfaat Teoritis
- Mendapatkan pengetahuan tentang penanganan masalah pembelajaran peserta didik tentang pemahaman ikon toolbar dan submenu.
- Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.
- Manfaat Praktis
- Bagi peserta didik penelitian ini akan menambah rasa percaya diri dan lebih memahami ikon toolbar dan submenu.
- Bagi guru penelitian ini dapat membantu menuntaskan pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru.
- Bagi Sekolah penelitian ini akan menjadi jembatan untuk menghasilkan output yang trampil dalam skil teknologi dan berdaya guna dalam masyarakat.
- Bagi Perpustakaan penelitian ini akan menambah khasanah pengetahuan pembaca guna mengembangkan penelitian lain yang lebih efektif.
- Manfaat Praktis
- G. Kajian Teori
- 1. Program Pengolah Kata
Perangkat lunak pengolah kata (word processor) adalah suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk produksi (termasuk penyusunan, penyuntingan, pemformatan, dan kadang pencetakan) segala jenis bahan yang dapat dicetak. Contoh perangkat lunak pengolah kata adalah Microsoft Word dan OpenOffice.org Writer. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pengolah_kata, 2012-11-23)
Ciri khas software pengolah kata secara umum yaitu mengolah mulai dari karakter, kata, kalimat, yang akhirnya membentuk suatu paragraf, sekumpulan paragraf membentuk satu halaman, dan kumpulan halaman membentuk sebuah naskah yang dalam hal ini disebut sebagai file atau dokumen. Kemampuan utama software pengolah kata meliputi penulisan, pembentukan, penambahan, penghapusan, penyimpanan dan pencetakan. Software pengolah kata dapat digunakan untuk membuat laporan, membuat dokumen yang berbentuk surat kabar, membuat label surat, membuat tabel pada dokumen, dan masih banyak lagi dukumen-dokumen lain yang biasa dibuat dengan menggunakan software pengolah kata. (id.wikipedia.com/23-11-2012)
- 2. Kartu Bergambar
Kartu bergambar merupakan salah satu bentuk media ajar yang termasuk jenis media visual, yang diketahui memberi pengaruh paling besar terhadap peserta didik di antara jenis media lainnya. Kartu bergambar merupakan salah satu jenis media yang paling disukai peserta didik, terutama peserta didik usia anak-anak. Media gambar lebih memudahkan mereka dalam memahami materi pembelajaran.
Kartu bergambar memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang fungsi menu dan ikon pada program pengolah kata. Hal ini mengacu pada pernyataan Winataputra (2005: 55) yang menyatakan bahwa penglihatan (visual) memiliki komposisi paling besar (75%) dalam hal rata-rata jumlah informasi yang dapat diperoleh seseorang. Informasi yang diperoleh melalui penglihatan juga lebih mudah ditangkap dan diingat oleh memori seseorang. Kartu bergambar apabila didukung oleh metode pembelajaran yang sesuai, juga dapat membawa peserta didik pada lingkungan belajar yang aktif dan menyenangkan.
- H. Hipotesis Tindakan
Penggunaan kartu bergambar dapat meningkatkan pemahaman fungsi ikon toolbar dan submenu pada Kelas VIII MTs. Mathlabussa’adah.
- I. Metode Penelitian
- Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VIII MTs. Mathlabussa’adah Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 30 Juli 2012 sampai dengan tanggal 13 Agustus 2012.
- Subyek Penelitian
Subyek pada penelitian ini adalah Kelas VIII MTs. Mathlabussa’adah Cigalontang yang terdiri dari 96 peserta didik. Input peserta didik mempunyai latar belakang mata pencaharian orang tua dari pertanian, wirausaha, dan lain-lain. Keadaaan ekomoni yang lemah membuat mentalitas peserta didik ikut melemah dan cenderung minder.
- Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi), wawancara dan diskusi.
- Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus, tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Ada empat langkah penting dalam setiap siklus penelitian tindakan kelas. Menurut Kemmis dan Mc Taggart (suhadinet.wordpress.com/23-11-2012), komponen penelitian tindakan kelas terdiri dari: (1) perencanaan (plan), (2) pelaksanaan (action), (3) observasi (observation), dan (4) refleksi (reflection). Selanjutnya pada siklus kedua dan ketiga jenis kegiatan yang dilaksanakan peneliti dengan guru mitra yaitu memperbaiki rencana (revisid plan), pelaksanaan (act), pengamatan (observed), dan refleksi (reflect). Tahap-tahap ini akan diulangi pada siklus berikutnya hingga siklus berakhir.
Adapun tahapan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
Siklus Pertama
- Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini akan dilakukan:
1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk mata pelajaran TIK Kelas VIII, dan mengembangkan skenario pembelajaran.
2) Menentukan pokok bahasan yang akan diajarkan pada setiap tindakan.
- Pelaksanaan Tindakan
Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario yang telah direncanakan, yaitu; menyampaikan materi fungsi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah kata. Kemudian setelah memberikan penjelasan, guru memberikan beberapa kartu yang memuat gambar ikon program pengolah kata kepada sebagian peserta didik, dan sebagian peserta didik yang lain diberi kartu yang memuat fungsi dari ikon program pengolah kata. Kemudian tiap peserta didik yang memegang kartu bergambar ditugaskan untuk mencari pasangan kartu yang memuat fungsi ikon yang dipegangnya, dan begitu juga sebaliknya.
- Observasi/Pengamatan
Pada tahap ini guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya:
1) Mengamati interaksi belajar peserta didik saat penjelasan materi.
2) Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan peserta didik.
- Analisis dan Refleksi
Pada tahap ini dilakukan untuk evalusi seluruh tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengamatan
1) Apakah materi yang disampaikan guru dengan menggunakan media kartu bergambar dapat dimengerti peserta didik. Indikator yang dapat dilakukan adalah melihat hasil pada lembar latihan peserta didik. (jika hasilnya belum mencapai 75% maka akan dilakukan perbaikan pada siklus kedua dengan materi yang sama, dan jika hasilnya sudah memuaskan maka pada siklus kedua akan disampaikan materi selanjutnya).
2) Menyusun rencana perbaikan sesuai dengan kelemahan-kelemahan pada yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan untuk digunakan pada siklus kedua.
Siklus Kedua
- Perencanaan Tindakan
1) Mengidentifikasi masalah pada siklus pertama dan menyusun alternatif pemecahannya.
2) Menyiapkan media dan materi yang akan disampaikan.
- Pelaksanaan Tindakan
1) Guru menjelaskan materi fungsi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah kata dengan menggunakan media kartu bergambar.
2) Pada menjelang akhir jam pelajaran Guru melakukan tanya jawab dan menjelaskan kesimpulan dari kegiatan belajar.
- Observasi / Pengamatan
Guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya:
1) Mengamati interaksi belajar ketika proses kegiatan belajar berlangsung.
2) Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan peserta didik.
- Analisis dan Reflesksi
Pada tahap ini dilakukan evalusi seluruh tindakan berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian juga membuat suatu kesimpulan dari hasil pengamatan dan penilaian tersebut.
Siklus Ketiga
Tahapan siklus ketiga dilaksanakan sesuai dengan tahapan pada siklus kedua.
- Teknik Analisis Data
Untuk mendapatkan data yang mendukung kebenaran dan sesuai dengan karakteristik fokus permasalahan serta tujuan yang hendak dicapai pada penelitian, maka teknik validitas data yang digunakan meliputi:
- Triangulasi data, yaitu teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data, untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu dilakukan peneliti pada saat diskusi dengan observer dan guru lainnya.
- Audit Traill, yaitu pengecekan terhadap kebenaran temuan penelitian dan prosedur penelitian yang telah diperiksa dengan menginformasikan kepada sumber data pertama (siswa).
- Member check, dilakukan untuk mengecek kebenaran data temuan penelitian dengan menginformasikan kepada responden (sumber informasi).
- J. Jadwal Penelitian
Agenda kegiatan penelitian yang dilaksanakan, disajikan sebagai berikut:
Tabel
Jadwal Penelitian
|
No |
Kegiatan |
Bulan |
|||||||
|
Juli |
Agustus |
||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Perencanaan | ||||||||
|
2 |
Persiapan | ||||||||
|
3 |
Pelaksanaan Monitoring | ||||||||
|
4 |
Seminar | ||||||||
|
5 |
Penyusunan laporan hasil penelitian | ||||||||
- K. Daftar Pustaka
blog.tp.ac.id, 23-11-2012
http://suhadinet.wordpress.com/2009/06/08/langkah-langkah-ptk-menurut kemmis-dan-mctaggart/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengolah_kata
Winataputra. (2005). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: UT.












